Senin, 15 Januari 2018

Kearifan Lokal Bromo, Semeru, Tengger

Yihaaaaaaaaai libur telah tibaaaa... Horaaaaaaai horaaaaaai
.
.
.
Perjalanan dimulai dari kota kami tercinta Yogyakarta, are you ready??
Untuk menuju kota malang dari kota jogja bisa ditempuh jarak waktu kurang lebih 9jam..jangan ditanya lagi seperti apa pemandangan di sepanjang jalan kami,tp sayangnya perjalanan kami dimulai malam hari lebih tepatnya tengah malam, karena saya seorang yg bisa dibilang penakut😂perjalanan pada malam tersebut sangat menakutkan & mencekam, dimulai dr kabupaten wonogiri, menuju ponorogo, yang nampak hanya kegelapan hutan saja, sesekali terlihat bangunan-bangunan rumah penduduk dengan lampu yang redup,berwarna kuning seperti dirumah saya pada tahun 97'an, setelah lepas dr kota ponorogo kami memasuki daerah kabupaten trenggalek dengan jalan yg berkelok-kelok (tepleke han) 😂😂😂
Kami seperti menjelajah alam saja, untuk menuju kota trenggalek kami harus melewati sebuah jalan yg mengitari gunung,jika hujan kapan saja bisa terjadi tanah longsor & perjalanan harus tertunda..untung pada malam itu tidak hujan, bintang bersinar cerah😍
Nah,yg membuat saya bahkan kami takut adalah tugu/gapura selamat datang di kabupaten trenggalek, tepat disamping kiri nya berjajar wayang-wayang warok-warok khas reog jawa timuran,bayangkan saja ditengah hutan pinggir jurang ada gapura semacam itu suasana gelap pula..
Okelah saya skip ketakutan saya di trenggalek,
Setelah melewati kota trenggalek sampailah kami di daerah tulungagung tepat saat adzan subuh,banyak kali penduduk-penduduk yg berjalan kakike masjid/surau pemandangan yg jarang saya lihat (saya bangunnya siang)
Lepas dari kota tulungagung sampailah kami di kota blitar, untuk menuju ke malang masih sangat jauh 😁 sabar sabar...kami beristirahat dulu di blitar, kota yg sejuk dg mendung syahdu.. Tidak saya sia-siakan waktu istirahat yg sedikit ini secara kami akan melanjutkan perjalanan lagi kekota malang,tepat pukul 15.00 kami start kemalang "bismillah" laaaadalah kurang rasanya kalau tidak berhenti untuk sekedar mencicipi kuliner blitar, mampirlah kami ke alun-alun kota blitar hmmm apa yg kami cicipi tebak..?? "Bakso"
Belum sampai di kota malang kami sudaj mencicipi bakso yg lezatos enakkkkks betttttttttt😍😍😍😍😍😍😍 dg harga 11rb sudah membuat kami kenyang
Perjalanan kami lanjutkan ke malang, dg agenda ke kampung warna-warni jodipan dipusat kota malang,sayang baru separuh jalan hujan menghampiri kami,kami ttp melanjutkan perjalanan kami, & rencana berubah kami akan ke jodipan setelah dr bromo (tujuan utama kami)
Kami langsung menuju ke daerah tumpang untuk mencari penginapan, sayangnya disana yg ada hanya homestay-homestay yg pastinya akan sangat ribet lah,dari daerah Tumpang kami masih naik lagi sampailah di Rest area tepat dibawah Coban Pelangi dalam keadaan gelap, hujan & dinginnya daerah tumpang kami mencoba bertanya kepada salah satu bapak-bapak penjual nasgor, & selama perjalanan kami selalu menemukan orang baik & tulus, bapak penjual nasgor berkata "kon munggah ae teros sam" kami naik lagi sekitar 500meter ada penginapan pelangi duh Gusti penginapan ini adalah penginapan terakhir menuju Bromo dg keadaan yaaa seperti itulah, kamar sempit, kamar mandi jg sempit,berhubung besok dini hari kami harus berangkat ke bromo kami putuskan untuk menginap disitu, hmmm terpaksaaaa sekaleeeeeeeeee tp matur nuwun banget ibu-ibu resto nya sangat baik... Skip skip skip kekecewaan saya terhadap penginapan tersebut...
Pukul 03.00 kami sudah mulai beres-beres bersiap naik ke bromo..
Perjalanan begitu cepat entah karena kami sangat antusias atau bagaimana, pukul 05.00 kami sudah sampai di rest area menuju padang pasir bromo..
Udara segar & dingin yg menusuk menyergap kami,  satu kalimat yg tak pernah lepas dr mulut ini Matur nuwun Gusti Nan Agung keindahanMU sempurna..
Satu jam kemudian kami melanjutkan perjalanan kembali, hamparan bukit nan hijau dg berbagai macam tumbuhan aaaah rasanya seperti teletubies saja ingin gulung-gulung & teriak-teriak, setelah melewati padang pasir beserta kabut nan tebal sampailah kami di kaki kawah Gn. Bromo.. WELCOME BACK NARUJO
Rasanya sangat puas & merasa sangat lega sampai ditempat ini kembali,seperti biasanya kami berhenti dulu untuk sekedar berbincang dg bapak Sukozi pemilik warung kopi yg sangat baik, ramah & memang semanak.. Perbincangan hangat kami di temani perapian, susu hangat & semangkok mie rebus telur😍😍😍😍😍😍
Setelah menitipkan beberapa bawaan kami, kami berjalan menuju kawah yg konon katanya dr tempat kami ngopi td sekitar 2,5km bayangpun betapa jauhnya😂😂😂😂😂😂😂😂😂
Baru berjalan beberapa meter kami sudah di samperi para penjaja penyewaan kuda berhubung saya gak kuat jalan yaa saya putuskan menyewa kuda dg patokan harga 125rb pp😂
Nah ini perdana saya naik kuda jujur takut banget kalau-kalau kudanya ngamuk terus lari kenceng lalu saya jatuh terguling-guling hahahaaaa
Si kuda bernama billi & si empunya bernama sabin,remaja berusia 15th yg setiap harinya bolak balik dr rest area ke kawah bromo,semangat nak semangat
Sampailah kami di kaki kawah bromo, kuda hanya sampai di depan tangga naik saja, yaaaa gimana lagi mau gk mau saya harus melanjutkan perjalanan dg jalan kaki menaiki tangga...
Ya saya akui ini berat bagi sayaaa😭😭😭
Tetapi sesampainya diatas WOW I LOVE THIS
Nikmat Tuhan mana lagi yg Kau dustakan
Matur Nuwun Gusti ini lebih dr cukup
Sangat sangat sangat indah tidak bisa diucapkan dg kata-kata, entah berapa ketinggian kawan Bromo ini yg pasti semua pemandangan bisa kami lihat dg jelas kecuali yg tertutup kabut, pura Bromo, mobil-mobil jeep yg parkir rapi & berjajar, warung-warung tenda yg berjajar....
Terimakasih Gusti😘😘😘😘😘